Calendar

« October 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

satu Windu Al Itqon

Sketsa Perjalanan 8 tahun SDIT Al Itqon 2007-2014

“Menelusuri Perjalanan Sekolah Unggulan Berbasis Kepemimpinan, Alam dan Karakter”

 

SDIT Al Itqon terlahir dari sebuah bursa gagasan pemikiran bahwa mendidik berarti menciptakan sebuah peradaban. Dengan segala keterbatasan sumber daya insani dan fasilitas, dibidani oleh segelintir anak muda yang resah terhadap prospek pendidikan di daerahnya, dan berupaya menyadarkan pentingnya pendidikan. Dari rumah tua membuncah secercah harapan yaitu adanya sebuah peradaban dan kesadaran baru dari rumah sederhana ini, sebuah komunitas pendidikan berbasis masyarakat pembelajar, belajar dari kehidupannya, belajar dari lingkungannya. Belajar dimana saja dan kapan saja bisa dilakukan hatta di bawah pohon sekaligus.

Bermula dari rumah tua kediaman KH. M. Rasyidi, Qomaruzzaman sang penggagas dan pendiri SDIT Al Itqon beserta teman-teman di awal pendirian, ada Hilman, Oyoy, Miming, Ipeh dan  Maesaroh. Tim ini merupakan pengasas awal bagi proses pembelajaran di sekolah ini, mereka berjibaku berproses mencari siswa dan membuat manajemen sekolah yang sangat sederhana dan minim. Mereka membuat yel-yel, penciptan ruang kelas yang nyaman, dan yang utama adalah meyakinkan orang tua siswa bahwa rumah tua ini adalah “sekolah” dan bukan” sekolah-sekolahan”. Pada saat pembukaan pendaftaran ada banyak orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke al Itqon, ragam komentar mereka ada yang beranggapan, “itu mah sekolah-sekolahan”, dan ada juga dari mereka yang sangat antusias dan yakin dengan pemaparan sistem dan proses belajar di SDIT Al Itqon oleh sang pendiri Mr. Zaman.   Prinsipnya kegiatan awal di sekolah ini sangat minimalis, ruang yang sangat minimalis, kamar-kamar dijadikan ruang belajar, ruang TU plus kantor sekolah dan direktur, ruang baca, ruang tunggu dan toilet di ujung belakang rumah yang menyatu dengan kantin dan gudang sekolah dan rumah. Sangat minimalis bukan...,

 

Perjalanan tahun pertama ; 2007

34 itulah jumlah anak-anak SDIT Al Itqon di awal pendiriannya  tahun ajaran 2007-2008 (angkatan pertama lulus tahun 2012-2013 menjadi 29 siswa). Anak-anak itu belajar menggunakan meja lipat yang di bawanya dari rumah, mereka belajar bersatu dan menyatu suara bersahutan antar ruang belajar satu dengan lainnya. Tidak ada sekat diantara mereka, sangat minimalis namun ada nuansa kedekatan dan kekeluargaan yang hangat. Hari selasa menjadi hari yang menyenangkan karena hari itu pelajar outbound saja, seluruh fasilitator menjadi pembimbing outbound. Ada kisah lucu pada saat outbound, setelah mereka heking ke sawah dan linebridge (melewati kali dengan seutas tali). Seluruh siswa mandi dan ganti baju salin, salah seorang murid saat ingin menutup reseletingnya terjepit (maaf;kemaluannya). Karena kesakitan akhirnya anak tersebut di bawa oleh Mr. Zaman dan  Mr. Hilman ke mantri H. Samson, di seberang jalan. Alhasil menurut pak H. Samson anak ini harus di sunat, karena tidak bisa dicabut resletingya kecuali dengan jalan di sunat, akhirnya kami menghubungi orang tua anak tersebut, orang tuanya pun kaget, dan pun mereka pasrah. Dan akhirnya anak al Itqon itupun di sunat “dadakan”.

Ya, banyak kisah perjalanan anak didik angkatan pertama, mulai yang sering keluar saat belajar alias kabur, ada yang marah-marah, ada yang nangis aja. Saat itu memang dibutuhkan stamina dan kesabaran yang ekstra. Fieldtrip pertama mereka ke kantor polisi, outingnya ke pasar dan kantor pos membuat kartu lebaran dan ke toko buku salemba di toserba Sahabat.   

Perjalanan tahun kedua ; 2008

 

Ditahun kedua, tepatnya tahun ajaran 2008-2009. Alhamdulilah kepercayaan masyarakat terhadap SDIT Al Itqon mulai nampak terlihat dengan jumlah siswa yang betambah dari tahun sebelumnya. 

Kantor: Jl.Raya Kresek Simpang Tiga Balaraja
Gg. KH. Rasyidi Balaraja Tangerang Banten
Telp. (021) 5952366
Call Center: 085717438505