Calendar

« December 2018 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Masih Perlukah Nasionalisme

Masih Perlukah Nasionalisme?

By: Nana Suheri, S.Pd

(Fasilitator Bid. study Matematika)

Masih adakah merah putih di dadamu? Masih adakah NKRI di hatimu? Menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengarahkan dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang cinta akan tanah airnya. Namun, rasa cinta tidak akan hadir jika tidak mengenalnya terlebih dahulu.

Indonesia merdeka bukan hadiah dari Belanda atau pemberian belaskasihan dari Jepang. Kita merdeka dengan perjuangan, dengan persatuan dan kesatuan. Tekad yang bulat, satu suara “merdeka”.

 

Namun kini ibu pertiwi sedang berduka, melihat putra-putrinya sibuk bertengkar, saling mencurigai, saling mengunggulkan ego masing-masing. Toleransi dan Bihineka tunggal ika sudah tidak bermakna lagi. Karena rasa cinta dan bangga akan tanah airnya sudah lama tidak bersemi, bahkan hampir mati suri.

Selama mentari pagi bersinar dari ufuk timur, tidak ada kata terlambat untuk menyemai kembali bibit-bibit cinta dan doa untuk tanah air tercinta. Tak perlu memulai dari lingkup yang luas skala nasional, yuk...! kita mulai dari pribadi, keluarga dan sekolah.

Kadar bobot kecintaan terhadap bangsa tergantung kecintaanya terhadap tanah air” sebuah ungkapan dari Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya, yang penuh makna yang patut kita renungkan. Seberapa besarkah rasa bangga kita pada tanah air? Jangan lagi ada kata-kata dan masih kita dengar jambu yang berasal dari Indonesia, ditanam di Indonesia, dirawat dan tumbuh dari sari pati tanah air, namun setelah berbuah besar dengan bangga kita sebut jambu bangkok. Ayam menetas di Indonesia, yang rawat orang Indonesia, di kasih makan di Indonesia, setelah tumbuh besar yang punya nama orang lain yaitu, ayam bangkok. Durian di tanam di Indonesia, bibit asli Indonesia setelah berbuah besar kita sebut durian bangkok.

Malukah kita sekedar menghargai buah-buahan atau karya-karya yang berasal dari bumi pertiwi ini? Saatnya dengan bangga kita sebut jambu Indonesia, Ayam Indonesia, durian Indonesia, karya putra-putri Indonesia. Agar anak-anak kita bangga dengan mahakarya bangsanya sendiri.

Jangan salahkan negara lain yang menganggap remeh atau bahkan mengusik kedaulatan NKRI. Jika pintu gerbangnya dari dalam kita buka lebar-lebar. Jika kecintaan terhadap bangsanya memudar. Namun, perpecahan selalu menghiasi disendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendiri bangsa ini telah memberikan keteladanan terhadap generasi penerusnya, dengan persatuan dan kesatuan Indonesia merdeka, dengan persatuan dan kesatuan kita bisa berjaya, dengan persatuan dan kesatuan bangsa kita disegani dan terhormat di dunia internasional.

Harusnya kita malu pada para pahlawan dan para orang tua kita yang dulu mengorbankan harta, raga, dan jiwanya untuk berjuang memerdekakan dan mempersatukan NKRI. Saatnya kita bertanya pada diri kita. Apa yang sudah kita berikan? Dan apa yang sudah kita lakukan? Terhadap bangsa ini dalam rangka mengisi kemerdekaan dan menjaga kedaulat NKRI tercinta. Jawab? Bukan jawaban kata-kata yang sekarang bangsa ini butuhkan, tetapi keteladanan dan tindakan nyata yang bangsa ini butuhkan.     

 

 

 

Kantor: Jl.Raya Kresek Simpang Tiga Balaraja
Gg. KH. Rasyidi Balaraja Tangerang Banten
Telp. (021) 5952366
Call Center: 085717438505