Calendar

« August 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      

Resensi Buku

Pendidikan yang memanusiakan manusia

Judul Buku             : Pendidikan Humanis; Filosofi pendidikan

                               Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire

Penulis                   : Qomaruzzaman, M.Ed

Penerbit                 : Mata Pena

Cetakan                 : pertama, Maret 2014. 197 halaman

Pend

Di tengah arus modernisasi dan globalisasi seperti sekarang ini, pendidikan sekolah tidak jarang menghasilkan para lulusan yang lebih banyak berorientasi bagaimana caranya lulus UN dan kemudian dapat melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. Mereka yang belajar di sekolah kejuruan lebih banyak harus memenuhi tuntutan untuk mendapatkan pekerjaan secara cepat. Sekolah lebih concern dan khawatir bila nilai UN siswanya rendah. Tingkat kelulusan seratus persen menjadi target mutlak meskipun untuk itu harus melakukan berbagai manipulasi seperti membagikan lembar jawaban kepada siswa, atau dengan memperbaiki lembar jawaban siswa tepat setelah selesai UN mata pelajaran.

Di tengah carut marutnya dunia pendidikan kita kehadiran buku Pendidikan Humanis Filosofi Pendidikan Pembebasan Ki Hajar Dewantara dan Paulo Freire di tengah-tengah  kita dapat menjadi sumber inspirasi dan sekaligus motivasi yang secara perlahan-lahan, mudah-mudahan, dapat mengembalikan misi ideal pendidikan kita. Buku ini membandingkan kiprah humanis dua tokoh pendidikan dari dua negara yang sama-sama bekas jajahan bangsa Eropa: Brasil di Amerika Latin dan Indonesia di Asia Tenggara.

Perjuangan dan pemikiran Ki Hajar memiliki kesamaan dengan perjuangan dan pemikiran Paulo Freire. Meskipun keduanya berasal dari negeri jajahan yang letak geografisnya berjauhan, namun keduanya memiliki semangat dan kepedulian terhadap rakyat yang tertindas dan menderita; impian mereka adalah membangun sistem pendidikan yang humanis dan membebaskan.

 

Semangat pembebasan, kemandirian dan kemerdekaan adalah tiga kata kunci (keywords) yang menjadi ‘nafas’ dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah dipraktekan oleh dua orang tokoh ini. Keduanya telah membuktikan dengan sangat percaya diri keberhasilan metode, visi dan spirit pengajaran yang telah mereka lakukan. Sejarah telah mengabadikan kiprah agung mereka dengan tinta emas.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana mengejawantahkan gagasan dan mereplikasi pengalaman empirik ideal dua orang tokoh ini dalam konteks pengajaran di lembaga pendidikan di Indonesia dengan kurikulum seragam yang diikuti secara mekanis, mengikuti rutinitas KBM dengan target-target pragmatis tersebut seperti didiskusikan di alinea awal ?.

Fenomena pendirian sejumlah ‘sekolah peradaban’ dan ‘sekolah alam’ di berbagai kota di Indonesia dengan motto,misalnya,  ‘belajar sesuai cara otak belajar’ diakui atau tidak memiliki semangat untuk mereplikasi spirit pendidikan yang di-inisiasi oleh Paulo Freire dan Ki Hajar Dewantara. Siswa diberikan kebebasan untuk berekspresi dan mengembangkan minat dan bakatnya tanpa harus terbelenggu dengan Ujian Nasional, meskipun urusan yang satu ini tetap menjadi perhatian utama. Pembelengguan otak siswa untuk UN diminimalisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat bebas berekspresi sesuai bakat dan kemampuannya. Fenomena pendirian ‘home-schooling’ dan sekolah-sekolah alternatif lainnya yang berupaya menjawab berbagai tuntutan masyarakat untuk keluar dari belenggu fenomena pendidikan dan pengajaran yang mekanistis dapat dikatakan mengandung spirit pendidikan humanis Freirian dan Dewantarian.

 

Buku ini penting untuk dibaca oleh tenaga pendidik dan kependidikan, para pengambil kebijakan dan masyarakat umum dan mereka yang ingin memahami pemikiran dan kiprah humanis dua tokoh besar dalam dunia pendidikan, Paulo Freire di Brasil dan Ki Hajar Dewantara di Indonesia.  

 

(Penulis buku ini adalah Direktur Utama SIT Al Itqon)

 

 

 

Cleanliness is Faithfull

 اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ

Cleanliness is Faithfull

By : Fasilitator Sarana dan prasarana

(أَحْمَدُ أَزْهَرِى مُسْلِم)

 "Surga Itu bersih dan indah, maka kami belajar menyukai kebersihan dan keindahan lingkungan !

 karena الله mencintai kebersihan dan keindahan"

Sekolah adalah surga kecil bagi anak-anak, maka SIT AL ITQON menerapkan kepada seluruh pelajar agar mencintai kebersihan, karena اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى telah mengajarkan kita untuk bersih. Sesuai dalam sabda Rasulullah SAW (رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم) beliau Bersabda : 

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالُُ

"Sesungguhnya الله  Indah, dan menyukai keindahan"

SAVE OUR SCHOOL

Mari Hijaukan Lingkungan !

 

 

 

 

Masih Perlukah Nasionalisme

Masih Perlukah Nasionalisme?

By: Nana Suheri, S.Pd

(Fasilitator Bid. study Matematika)

Masih adakah merah putih di dadamu? Masih adakah NKRI di hatimu? Menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengarahkan dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang cinta akan tanah airnya. Namun, rasa cinta tidak akan hadir jika tidak mengenalnya terlebih dahulu.

Indonesia merdeka bukan hadiah dari Belanda atau pemberian belaskasihan dari Jepang. Kita merdeka dengan perjuangan, dengan persatuan dan kesatuan. Tekad yang bulat, satu suara “merdeka”.

Read more...

teknologi dan peningkatan akhlak siswa

HUBUNGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DENGAN PENERAPAN NILAI AHLAK

by:Ade Sumarlia

(Fasilitator Bid. Study TIK)

Kemajuan teknologi di dunia berdampak berbagai macam hal di kehidupan kita. misalnya internet. Internet sudah menjadi suatu hal yang sangat umum bagi masyarakat di Indonesia. buktinya saat ini warnet(warung internet) sudah sangat banyak yang tersebar.

Read more...

Kantor: Jl.Raya Kresek Simpang Tiga Balaraja
Gg. KH. Rasyidi Balaraja Tangerang Banten
Telp. (021) 5952366
Call Center: 085717438505