Calendar

« September 2020 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        

Mengajar, Bukan Menghajar!

 Mengajar, Bukan Menghajar!

Ms. Muptihah

Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Kita, tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu definisi pendidikan tersebut. Dari definisi tersebut kita banyak lupa dan lalai bahwa dalam pendidikan yang menjadi objek adalah manusia tapi tujuannya memanusiakan agar menjadi manusia. Mengapa saya katakan sering lupa karena nyatanya dalam dunia pendidikan sebenarnya kita kurang menganggap mereka manusia yang memiliki perasaan emosional, yang memiiki hak untuk diarahkan menjadi manusia dengan diberi teladan bagaimana menjadi manusia, yang memiliki hak juga untuk merasakan pendidikan merdeka. Artinya bukan belajar dengan semaunya dia tetapi yang ramah terhadap psikologisnya.

 

 Belajar merdeka adalah belajar yang tanpa memaksa dan menekan siswa untuk bisa melakukan sesuatu yang mereka tidak memiliki kecenderungan disana atau bisa dikatakan tidak memiliki bakat disana. Bukan berarti merekapun tidak harus mempelajari apa yang mereka tidak sukai. Inilah yang jarang kita sadari bahwa ketika mendidik bukan hanya memaksa mereka untuk menguasai semua bidang. Terpenting dari itu semua adalah bagaimana mereka bisa memahami manfaat dari apa yang mereka pelajari sehingga menjadikan mereka manusia seutuhnya yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi sekitar. Maka mengajar bukan lagi harus dengan cara yang tidak manusiawi dengan cara membentak atau sekedar membelalakan mata jika alasannya adalah tidak sabaran kita terhadap mereka yang sulit menguasai materi dalam pembelajaran.

 Multiple intelegence, teori yang bisa dijadikan landasan sabar ketika kita mengajar. Kita sadari bahwa mungkin bukan dalam bidang yang kita ajarkan siswa menguasai tapi percayalah bahwa dari sekian banyak kecerdasan yang ada pada teori tersebut, salah satunya ada yang mereka miliki.

 Mengajar, bukan menghajar. Keterbatasan mereka yang harusnya tidak menjadi alasan kita untuk mengajar dengan menghajar. Karena mengajar bukan hanya mentransfer ilmu tetapi mentransfer cinta dari Sang Maha Cinta yang berarti atas dasar kecintaan kita terhadap ilmu dan cinta terhadap merekalah yang menjadi dasar kita untuk mengajar dan tentu disana kita harus pula menghadirkan hati kita agar mengajar tak akan dengan menghajar.

 Dalam pendapat lain, Munif Chatib mengatakan dalam bukunya yang berjudul Sekolahnya Manusia bahwa mengajar bukan hanya perihal ilmu pengetahuan tapi cara kita menyampaikan agar bisa sampai serta memberi kesan. Not only teach but also touch. Bukan hanya mengajar tapi juga menyentuh hati mereka yang dimaksudkan dalam hal tersebut adalah bagaimana cara kita mengajarkan sesuatu bukan dengan cara yang membuat mereka merasa kesulitan, ketakutan atau malah enggan untuk mengikuti pembelajaran. Tetapi, dengan cara yang mengesankan, menyenangkan sehingga yang hadir di kelas bersama kita bukan hanya jasadnya tetapi juga jiwanya. Jika jiwanya juga hadir dalam kebahagiaan, mereka akan mudah menerima apa yang mereka pelajari perihal ahli atau tidak, menguasai atau tidak, usaha mereka belajar dengan semangat dan bahagia tanpa keluhan serta tekanan adalah sesuatu yang patut kita hargai.

Memanusiakan manusia, nyatanya banyak yang lupa dari kita bahwa sebagai manusia tugas mereka bukan hanya mendengar dan menjadi pintar. Lebih dari itu, kesadaran diri untuk menjadi manusia seutuhnya pun perlu diajarkan. Hatta setelah pembelajaran usai mereka bisa menjadi manusia yang memahami bahwa belajar bukan tentang keterpaksaan dari guru maupun orangtua tetapi menjadi kebutuhan mereka untuk bekal menjalani kehidupan. Kesadaran itu pula yang akan menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat.

 

Kantor: Jl.Raya Kresek Simpang Tiga Balaraja
Gg. KH. Rasyidi Balaraja Tangerang Banten
Telp. (021) 5952366
Call Center: 085717438505